Featured Post 7

Headlines News :
Home » » Gempa Dieng (1) : Tanggungjawab Siapa?

Gempa Dieng (1) : Tanggungjawab Siapa?

Written By Dony on Jumat, 10 Mei 2013 | 09.51

Dataran Tinggi Dieng, yang sesungguhnya adalah sebuah kaldera raksasa bekas letusan Gunung Perahu purba, memang secara alamiah menjadi kawasan potensial bencana alam. Berada di ketinggian rata-rata 2000m di atas permukaan laut, dataran tinggi Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif dengan kepundan kawah aktif bertebaran di wilayah itu. Berbagai bencana alam tercatat pernah melanda. Yang terdahsyat adalah letusan Kawah Sinila yang menebar gas beracun dan menewaskan 149 orang pada 1979. Bencana lain adalah terkuburnya desa Legetang akibat longsornya bukit Pengamun Amun yang menewaskan seluruh warga desa pada 1955.


Pada Maret 2013, kawah Timbang yang berada di desa Sumber Rejo, Batur, Banjar Negara juga mengeluarkan gas beracun. Antisipasi cepat dari para pengampu kepentingan membuat bencana ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.


Tapi gempa 4,8 SR pada Jum’at 19 April lalu datang tiba-tiba. Walau tidak menimbulkan korban jiwa, sesar gempa yang meluas mengakibatkan ratusan rumah rusak berat dan tersebar dalam radius yang luas. Ribuan orang sempat mengungsi, tapi beberapa hari kemudian mereka sudah berani kembali ke rumah masing-masing pada siang hari, malam harinya masih banyak warga korban, terutama kaum ibu dan anak-anak terpaksa menginap di tenda pengungsian.


Sepintas, bencana ini tidak begitu “besar”, terutama jika kacamata yang dipakai adalah jumlah korban, kerusakan, dan kerugian material. Tidak seperti gempa Yogyakarta (2006) yang masiv, gempa Dieng 2013 terasa “kecil”. Bisa jadi, pandangan seperti itulah yang membuat penanganan pasca bencana gempa Dieng tidak seheboh penanganan pasca bencana lain.


Tidak banyak lembaga-lembaga bantuan bencana yang turun tangan, pun rencana bantuan rehabilitasi-rekonstruksi hingga sepekan setelah bencana belum terdengar oleh warga korban.


“Memang aneh. Camat baru berkunjung tiga hari setelah kejadian. Wakil Bupati malah lebih lambat. Itu pun kami tidak mendengar ada komitmen bantuan yang serius,” tutur Kholidin, Ketua RT 03/01 Dusun Kepakisan, Batur, Banjar Negara. Ia pun sukarela menjadi koordinator aksi gotong royong yang melibatkan warga dan relawan. “Tidak seperti bencana longsor di Desa Tieng tahun kemarin, mungkin karena Tieng masuk wilayah kabupaten tetangga (Wonosobo).” (jw)

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DARI TAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger