Bantuan tanggap darurat berupa sembako menurut Kholidin sudah mencukupi, termasuk tenda pengungsian yang didirikan PMI Cilacap. “Tenda-tenda itu milik (PMI) Cilacap, setelah beberapa hari, relawannya pada pulang lalu diserahkelolakan pada PMI setempat. Posko-posko dan bantuan tanggap darurat juga lebih banyak dari ormas dan lembaga bantuan dari luar daerah,” beber Kholidin.
Kholidin bertutur, pada Pilkada Banjar Negara lalu, Kecamatan Batur, utamanya Dusun Pakisan memang bukan basis dukungan kontestan pemenang Pilkada. “Kalau kacamata politik yang dipakai ya susah, kan seharusnya kalau sudah menang semua jadi anaknya, baik yang mendukung maupun yang tidak. Nah, sekarang ada beberapa warga kami yang rumahnya harus dirubuhkan sementara secara swadaya mereka jelas-jelas tidak mampu untuk membangun kembali rumahnya. Ini tanggungjawab siapa?” ujar Kholidin berapi-api. [jw]

Posting Komentar